27 11 / 2011

Wawancara Chief SW& Representative AMSA

Sabtu, 26 November 2011 saya mewawancara Olga Vicetria Putrie dari angkatan 2009, selaku Chief dari salah satu divisi Amsa, yaitu divisi Society Welfare dan juga Muhammad Aldito Rivaldi selaku Representative Amsa. Selama setahun menjabat sebagai Chief SW Teh Olga mengatakan sudah menjalankan beberapa program kerja seperti Sekolah Binaan, Sexofone (penyuluhan seks bebas kepada anak-anak SMA Jatinangor), dan World Osteoporosis Day. Sayangnya ada satu program kerja yang belum tercapai, yaitu Laskar Pelangi (Laskar Peduli Anak Negeri) dimana nanti Amsa akan langsung turun mengajari anak-anak jalanan. Terhambatnya program kerja Laskar Pelangi ini menurut Teh Olga sendiri karena jadwal yang bentrok dengan ujian di kampus. 

Lain halnya dengan Representative Amsa, Kang Dito sendiri mengakui bahwa dia lupa dengan apa saja yang sudah dia kerjakan. Yang selalu dia tahu, dan dia tanamkan dalam pikirannya adalah untuk selalu berusaha membuat Amsa lebih baik lagi, dimulai dengan revitalisasi struktur, merumuskan AD ART Amsa, dan menjalankan program kerja sesuai divisi yang dulu dipegangnya yaitu Society Welfare. Yang disayangkan, selama masa jabatannya menjadi Representative Amsa Kang Dito mengakui bahwa dia belum dapat kesempatan untuk menjalankan program kerja yang dia presentasikan ketika pemilihan calon Representative. Hal ini dikarenakan adanya program-program kerja besar yang cukup memakan perhatian dari anggota-anggota Amsa.

“Untuk kondisi Amsa dan kemahasiswaan di FKUP sudah bagus tapi kurang berkembang dikarenakan beban akademik yang cukup tinggi dan kurangnya dukungan fakultas baik secara materi maupun non materi”, ucap Teh Olga. Kang Dito pun menambahkan bahwa kondisi Amsa pada masa jabatannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, karena mulai banyaknya anggota yang tertarik untuk bekerja di Amsa. Sedangkan untuk kondisi kemahasiswaannya sendiri Kang Dito mengatakan sudah cukup bagus tetapi birokrasi dari dekanat masih dinilai kurang. 

Teh Olga berharap untuk kedepannya Amsa dapat makin dikenal, anggotanya semakin banyak yang aktif, dan program kerjanya pun makin kreatif lagi. Kang Dito juga menambahkan bahwa dia ingin semua anggota Amsa memiliki pride, rasa bangga akan menjadi bagian dari Amsa dan sense of belonging yang tinggi.

Dan yang terakhir untuk figur penerus Amsa, Teh Olga mengharapkan figur yang loyalitas dan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap Amsa. Sedangkan Kang Dito mengharapkan seorang figur yang tegas, welcome, benar-benar dapat merangkul semua anggota untuk tetap aktif dan berpotensi untuk mengembangkan Amsa.

Cheers, Amsa!

Tags:

Permalink 46 notes